Ternyata SMA bisa diselesaikan 24 bulan alias 2 tahun dan legal! Ini strateginya.

56039f62-c889-40fe-a38f-37abba72cd96

Hari ini jutaan anak Indonesia melangkah masuk ke sekolahnya di SD, SMP, SMA. Namun ada yang menggelitikdan mengundang tanya, mengapa BANYAK BANGKU KOSONG di kelas 3 SMA. Ada apa?

Ternyata puluhan atau bahkan ratusan murid yang semestinya sekarang masih duduk di kelas 3 SMA di beberapa sekolah sudah duluan mengikuti Ujian Negara Homeschooling. Artinya, mereka tidak perlu lagi belajar di kelas 3 SMA karena mereka siap masuk kuliah baik di Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta di dalam dan luar negeri.

Kok bisa? ssst ini bocoran strateginya (jangan bilang-bilang yaa, nanti banyak yang ikut deh hehehe).

Ternyata sejak kelas 1 SMA, para murid “cerdik” itu, mengikuti 2 sistem pendidikan :

Sekolah biasa (SMA)
Homeschooling (Setara SMA)

Kedua sistem pendidikan itu adalah legal dan resmi sesuai UU Sistem Pendidikan Nasional. Pemerintah tidak pernah melarang warga negaranya menikmati dua sistem pendidikan legal sekaligus. Yang dilarang kalau ada anak usia sekolah, tidak mau atau tidak mampu mendapat pendidikan wajib belajar 12 tahun.

Penjelasan singkat : Perbedaan Pendidikan sistem formal dan Pendidikan sistem informal

Sistem formal adalah sekolah biasa, SMA, SMK, Madrasah, dan SLB (sekolah anak cacat dan (maaf) anak bego). Sekolah formal harus mengikuti aturan main kurikulum Kemdikbud, termasuk jumlah jam pelajaran, dan materi pelajaran, baik pelajaran wajib maupun pelajaran pilihan seperti pelajaran bahasa daerah, komputer, bahasa mandarin, pelajaran keterampilan, tambahan materi pendalaman pelajaran (tentu saja ada biaya tambahan yang harus dibayar ortu)

Sistem informal adalah pendidikan yang diselenggarakan lembaga swasta (Homeschooling / PKBM yang memiliki ijin operasional resmi sehingga dalam pengawasan Kemdikbud dan jajarannya, yakni Dinas Pendidikan Propinsi dan Suku Dinas Pendidikan Kota / Kabupaten.

Kurikulum dan sistem belajar diserahkan ke lembaga homeschooling sesuai dengan fokus pilihan homeschooling tersebut.

Ada homeschooling di Indonesia yang mengambil kurikulum SOT (School of Tomorrow dari Amerika) ada yang mengambil kurikulum Inggris, kurikulum dari Singapura, dan ada juga yang memilih kurikulum Indonesia. Namun semua homeschooling itu diawasi oleh Kemdikbud dan punya standarisasi.

Satu bukti standarisasi pendidikan informal adalah Ujian Negara Pendidikan Kesetaraan (UNPK) dan ijazahnya setara dengan pendidikan formal.

Homeschooling berhak memilih kurikulum dan materi pelajaran yang dijabarkan dalam modul pelajaran. Homeschooling yang diikuti anak saya adalah Homeschooling Talenta Jakarta Timur yang fokus pada lulusan bisa lulus UNPK Kemdikbud dengan nilai bagus-bagus. Karena itu, Homeschooling Talenta Jakarta Timur fokus pada materi pelajaran yang diujikan di UNPK.

Di Homeschooling Talenta Jakarta Timur ada tambahan pendidikan yang merupakan kewajiban orangtua siswa:

pelajaran agama (diserahkan pada orangtua, yang umumnya bekerja sama dengan guru mengaji / guru sekolah minggu / biksu vihara)
keterampilan seni diserahkan pada orangtua, sesuai minat dan bakat sang anak
keterampilan olah raga diserahkan pada orangtua, sesuai minat dan bakat sang anak

Homeschooling Talenta Jakarta Timur juga memberi bekal lifeskills untuk setiap pesertanya yakni berupa

Pelatihan kewirausahaan (siswa diwajibkan memiliki bisnis sederhana, termasuk mempresentasikan bisnis plan di hadapan guru homeschooling)
Pelatihan jurnalistik baik cetak maupun jurnalistik internet sehingga mereka wajib mempunya website /blog sendiri
Persiapan ujian Cambridge (dalam bahasa Inggris) untuk siswa yang memerlukan, yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri

CARA BELAJAR :

Pertanyaan paling sering : Apa nggak capek kalau anak itu mengikuti 2 sistem pendidikan?

Berdasarkan pengalaman, jika kita pandai mengatur waktu dan mengerti manfaatnya, maka justru akan meningkatkan semangat anak belajar.

Caranya :

Pilih sekolah yang tidak lebay alias berlebihan jam belajarnya dan tidak banyak ekskul,
Beginilah itenerary harian murid homeschooling (= homeschooler) dari Senin sampai Jumat Sabtu & Minggu digunakan untuk hobi dan ekskul seni dan olahraga dan ngumpul dengan komunitas

Catatan :

Homeschooling Talenta Jakarta Timur memberi kemudahan cara belajar bagi semua siswanya :

bisa tatap muka langsung (datang ke tempat komunitas Homeschooling Talenta di Jakarta Timur)
kalau kejauhan atau siswa sedang di luar kota / luar negeri, siswa bisa memakai program jarak jauh,

Cara Belajar Jarak Jauh

Siswa lebih dulu menerima modul cetak yang sudah dilengkapi materi evaluasi (ambil di tempat komunitas / bisa dikirim ke rumah siswa via pos/tiki)
Siswa mempelajari modul tersebut lebih dulu (pagi hari / siang sepulang sekolah)
Siswa berdiskusi dan tatap muka langsung dengan tutor Homeschooling Talenta Jakarta Timur dengan menggunakan fasilitas internet + Skype atau facetime (sore / malam)

Strategi Mengawinkan Pelajaran Sekolah dengan Modul Homeschooling

Siswa boleh meminta jadwal Homeschooling yang disesuaikan dengan jadwal sekolah. Prakteknya, di homeschooling hari ini, siswa belajar : Matematika dan Bahasa Inggris. Karena pelajaran esok di sekolah adalah : Matematika dan Bahasa Inggris. Tujuannya agar pelajaran sesuai dengan pelajaran di sekolah formal esok hari, sehingga siswa sudah lebih mantap menguasai materi pelajaran.

Adapun Pelajaran di Homeschooling berfokus pada :

Matematika
PKn
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
untuk jurusan IPA : biologi, kimia, fisika
untuk jurusan IPS : sosiologi, geografi, ekonomi

Biasanya dalam 1 hari belajar (Senin sd Jumat) anak saya mendapat 2 materi pelajaran homeschooling, sehingga materi 1 bulan di sekolah formal, biasanya diselesaikan anak homeschooling dalam 2 minggu.

Selain itu, anak homeschooling tetap belajar pada saat liburan (kecuali tanggal merah) sehingga

materi pelajaran kelas 1 SMA biasanya sudah selesai dalam waktu 7 bulan kalender.
pelajaran kelas 2 SMA juga selesai 7 bulan kalender.
pelajaran kelas 3 SMA + tryout diselesaikan dalam 10 bulan kalender.

Sehingga total standar waktu yang diperlukan anak homeschooling untuk menyelesaikan materi pelajaran kelas 1 – 3 SMA adalah 24 bulan = 2 tahun.

Jadi sangat logis toh, jika anak homeschooling bisa menyelesaikan materi pelajaran SMA dalam 2 tahun dan mereka sungguh-sungguh belajar materi kelas 1, 2, dan 3 SMA

Fasilitas yang disediakan oleh Homeschooling Talenta Jakarta Timur adalah :

Mengikuti UNPK yang diselenggarakan langsung oleh Kemdikbud cq Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Ujian O Level Cambridge International Examination, yang merupakan standar masuk ke seluruh perguruan tinggi dunia. (bersama dengan Asosiasi homeschooling se-Indonesia)

Selanjutnya, pertanyaan berikutnya yang paling ditanyakan adalah :Berapa biaya homeschooling Jawabannya : Relatif ya, ada yang mahal banget (biasanya yang mahal yang banyak pasang iklan, yang banyak program outing dan jalan-jalannya) dan ada yang terjangkau. Ini yang saya pilih untuk anak saya.

Biaya Ujian Negara Homeschooling Talenta Jakarta Timur yang anak saya ikuti :

Biaya Ujian Negara : Rp 4 juta (sekali bayar sampai selesai Ujian Negara UNPK)
Tambahan : biaya ujian negara dan ijazah UNPK tergantung Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta, (setiap tahun bisa berubah)

Bandingkan biaya segitu dengan biaya jika anak kita ikut Bimbel. Biaya homeschooling ini sangat terjangkau dan ingat dong, bonusnya, bisa selesai SMA dalam 2 tahun + Ijazah Negara.

Oya kalau ada yang tertarik, cepat-cepat daftar ya karena homeschooling talenta jakarta timur sudah menerima murid jauh-jauh hari sebelum dimulai tahun ajaran baru. Oya, barusan dapat bocoran, homeshcooling talenta jakarta timur, masih bisa terima sekitar 10 siswa SMA kelas 1, pendaftaran sampai Juli 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
Hello, Homeschooling Talenta is here..
What do you want to know about this school ?