41 Persen Siswa di Indonesia Pernah Jadi Korban Bullying

f8f74165-20f7-4ea0-b515-626b94c46f1f_169

Jakarta, CNN Indonesia — Bullying atau perundungan ibarat duri dalam iklim pendidikan di Indonesia. Hampir setengah dari siswa di Indonesia mengaku pernah mengalami perundungan.

Hasil ini didapat dari Penilaian Siswa Internasional atau OECD Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang baru saja dirilis pada Selasa (3/12) lalu.

Penilaian bertaraf internasional ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa secara komprehensif, sekaligus iklim pendidikan di setiap negara anggota OECD (Organisation of Economic Co-operation and Development).

Lihat juga:Peringkat Membaca dan Matematika Indonesia Terendah di Dunia
Sebanyak 41 persen siswa Indonesia dilaporkan pernah mengalami perundungan, setidaknya beberapa kali dalam sebulan. Persentase angka perundungan siswa di Indonesia ini berada di atas angka rata-rata negara OECD sebesar 23 persen.

Pada saat yang sama, 80 persen siswa Indonesia mengaku perlu membantu anak-anak yang mengalami perundungan. Sementara sebanyak 17 persen siswa mengaku kesepian.

Laporan juga mencatat, sebanyak 21 persen siswa Indonesia pernah bolos sekolah dan 52 persen dilaporkan datang terlambat ke sekolah.

“Di banyak negara, bullying menjadi alasan siswa untuk bolos sekolah. Sedangkan siswa yang menghargai sekolah dan menerima dukungan yang besar dari orang tua lebih kecil kemungkinan untuk bolos sekolah,” berikut bunyi keterangan resmi OECD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Open chat
Hello, Homeschooling Talenta is here..
What do you want to know about this school ?